Biography

---------------Put You Text Here------------

Content

Tampilkan postingan dengan label trips_trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trips_trik. Tampilkan semua postingan

saya sendiri bukan penulis

Menulis itu Sulit?
Yang jelas, saat ini saya belum bisa disebut penulis. Tidak ada tulisan yang telah saya buat. Tidak ada buku yang telah saya terbitkan. Juga tidak ada karya ilmiah yang saya hasilkan. Semua terjadi karena saya selalu saja berfikir bahwa menjadi penulis itu bukan pekerjaan mudah. Banyak syarat yang harus dipenuhi. Banyak pengalaman yang harus digali. Banyak ilmu yang harus dimiliki. Penulis itu dalam benak saya adalah rujukan. Penulis harus dapat memberi solusi pasti. Penulis harus mampu mengungkapkan sebuah realita yang jelas dan berbobot. Penulis harus dapat membawa pembaca ke arah yang benar. Penulis tentu saja harus memberikan informasi lebih untuk dapat diterima oleh semua golongan pembaca. Karena semua pakem itulah, saya selalu enggan untuk meluangkan waktu untuk menuliskan sesuatu—walaupun saya pernah juga keranjingan menulis dalam buku harian.

Apakah Saya Dapat Menjadi Penulis?
Tentu saja, ada beberapa pertanyaan yang mesti Anda jawab ketika memberikan pertanyaan di atas. Ya, pertanyaan akan saya jawab dengan pertanyaan lagi. Mari kita coba!

Pertanyaan pertama, Apakah Anda punya bahasa ketika berbicara dengan orang lain?
Pertanyaan kedua, Apakah Anda dapat menulis huruf dalam media sederhana seperti kertas?
Pertanyaan ketiga, Apakah Anda memiliki pikiran dan hati yang selalu bekerja untuk menganalisa sesuatu dan mempertimbangkan suatu masalah atau perkara?
Pertanyaan keempat, Apakah Anda punya masalah yang memerlukan jalan keluar?
Pertanyaan kelima, Apakah Anda punya pengalaman hidup?
Semuanya bergantung pada Anda sendiri. Karena modal utama itu sebenarnya sudah Anda miliki.

Model Pertama adalah bahasa. Saya tidak dapat membayangkan jika Anda tidak memiliki bahasa. Tentu saja kita tidak bisa berkumpul dengan orang lain untuk bicara. Hal ini dapat saja terjadi ketika Anda berada di lingkungan dengan bahasa yang berbeda. Namun, tetap saja kondisi akan berbicara lain, ketika Anda sebagai manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Anda pasti akan mencoba untuk mempelajari bahasa orang tersebut. Mungkin kita awalnya mencari orang untuk menterjemahkan bahasa tersebut, atau dengan cara apapun. Intinya adalah, Anda tidak dapat hidup tanpa komunikasi. Anda pernah menonton film I’m the Legent? Dalam film tersebut, diceritakan orang yang hidup sendiri di tengah kota yang semua penduduknya musnah karena virus. Dalam film tersebut, digambarkan bagaimana komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kehidupan.

Modal kedua setelah pertanyaan pertama terjawab adalah modal menuliskan huruf. Saat ini, buta huruf di negara kita dapat dikatakan hampir hilang. Semua orang dapat membaca. Hanya segelintir orang yang jauh dari peradaban saja yang tidak dapat membaca dan menulis. Orang yang dapat membaca pasti bisa menulis, juga sebaliknya orang yang dapat menulis sudah pasti dapat membaca. Tidak mungkin keluar sebuah pertanyaan “Apakah saya dapat menjadi seorang Penulis?” jika Anda tidak dapat menulis dan membaca. Karena tujuan menulis adalah dibaca. Itu konsep dasarnya.

Modal ketiga setelah pertanyaan kedua terjawab adalah modal pemikiran dan perasaan. Saya sangat bersyukur, manusia (seperti Anda dan saya) diciptakan secara sempurna. Kita hidup di dunia ini telah dibekali dengan dua software luar biasa yang tidak ada bandingannya, yaitu Otak untuk berfikir dan hati untuk mempertimbangkan. Dengan kedua perangkat itulah kita dapat hidup dalam kondisi apapun. Tentu saja, kemampuan bekerja Otak dan Hati beda antara satu manusia dengan yang lainnya. Ada yang maksimal dapat mempekerjakan otaknya, dan ada yang sedikit memanfaatkan keberadaannya. Peradaban dibuat dan dibangun karena adanya perangkat otak dalam tubuh manusia. Cara bekerja otakpun luar biasa. Para Ilmuwan sampai saat ini tidak pernah berhenti untuk meneliti fungsi dan kemampuan otak supaya bisa memberikan kontribusi bagi kehidupan. Sebagai gambaran saja, saat ini orang baru mengerti bahwa daya kerja otak tidak hanya mempengaruhi diri sendiri, tetapi bahkan bisa memberikan sinyal-sinyal kepada orang lain dengan luas yang tidak berbatas. Otak bisa mengendalikan dunia. Selain otak, manusia dilengkapi dengan perangkat hati. Fungsi dari hati adalah merasakan dan mempertimbangkan sesuatu kemudian menghasilkan sikap yang sering kita sebut dengan emosi. Dengan bantuan hatilah, sikap seseorang berbeda atau sama satu dengan yang lainnya. Kita tentu pernah atau sering bertemu dengan seseorang yang baik, ramah, pemarah, pemurung, atau periang. Hatilah yang menciptakan kondisi sikap seseorang. Bahasan Otak dan Hati, tentu bukan bahasan yang singkat. Saya tidak dapat memaparkan secara gamblang dalam tulisan ini. Intinya saja, bahwa Otak dan Hati merupakan modal kita untuk menjadi penulis.

Modal keempat
adalah adanya Masalah. Mulai dari ketika kita dilahirkan sampai saat ini Anda membaca tulisan saya, tidak ada manusia yang luput dari yang namaya Masalah. Seringkali, masalah diidentikan dengan persoalan. Masalah merupakan penghadang, penghalang, atau sandungan saat kita hidup. Masalah timbul bisa disebabkan oleh kita sendiri atau disebabkan oleh orang lain. Masalah seringkali terjadi karena kita bergesekan hidup dengan yang lain. Saya berpendapat, masalah bisa saja menjadi persoalan atau tidak, karena antara masalah dan persoalan harus dibedakan. Masalah adalah kondisi negatif yang tidak diharapkan oleh manusia, sedangkan persoalan adalah kondisi negatif yang akan terjadi ketika kita memecahkan atau membereskan masalah. Intinya, saya sangat yakin tidak ada manusia yang luput dari sebuah masalah. Oleh karena itu, modal untuk menulis sudah ada empat dalam diri Anda. Oke, kita lanjutkan.

Pertanyaan selanjutnya yang akan menjadi modal kita untuk menjadi penulis adalah Pengalaman. Untuk pertanyaan ini, saya yakin Anda langsung menjawab, “Saya punya banyak pengalaman, karena saya hidup!” Ya, sekali lagi Anda hidup! Anda mesti memiliki pengalaman atau dengan kata lain, memiliki Kisah. Pengalaman dibentuk dari interaksi kita dengan banyak orang. Bahkan pengalaman dibentuk dari cara pandang kita terhadap masalah. Pengalaman terjadi karena kita mendapatkannya secara langsung, kemudian terekam dalam otak kita untuk disimpan dalam memori pikiran. Pengalaman itu menyangkut banyak hal tentang hidup. Mulai dari pengalaman yang bersifat Positif atau pengalaman yang bersifat Negatif. Positif dan Negatif cenderung dihasilkan oleh pranata sosial dimana kita hidup.

Pengalaman seseorang tidak bergantung pada lama dan sedikitnya kita hidup, tetapi cenderung banyak dan sedikitnya kita berinteraksi sosial dan keberanian kita untuk melakukan sesuatu. Ada orang yang telah lanjut usia, hanya memiliki sedikit pengalaman atau kisah, karena ia tidak memiliki keberanian sosial dan cenderung menutup diri dari interaksi sosial. Ada orang yang masih sangat muda, tetapi telah menimba lautan pengalaman karena keberaniannya untuk berinteraksi sosial. Keberanian seseorang dalam melakukan sesuatu sangat dipengaruhi oleh cara pandang dan cara berfikir seseorang. Pengalaman orang yang memiliki cara berfikir yang sempit akan berbeda dengan pengalaman orang yang memiliki cara berfikir luas. Keberanian seseorang pun dipengaruhi pula oleh cara mempertimbangkan dan merasakan sesuatu. Orang yang banyak pertimbangan akan berbeda dalam pengalaman dengan orang yang sedikit pertimbangan. Intinya, apakah sama orang yang berfikir dengan orang yang tidak berfikir?

-to be continued-

Bandung, 11 Januari 2008.

*Penulis adalah M. Ramdlan Nurrohman, seorang praktisi desain grafis yang belum pernah membuat tulisan apapun di media apapun. Fress Graduate!

Rethauching Photo

0 comments
Buat Photomu Menjadi Semakin Dramatis

Photo di atas merupakan hasil rekayasa dari penggabungan tiga photo.
Untuk membuatnya, akan saya ulas sebagai berikut.

Photo awal untuk hasil seperti ini adalah:







DOWNLOAD PLUGIN PHOTOSHOP

0 comments
Temen-temen yang bekerja dengan Photoshop tentu akan terbantu dengan adanya plugin yang dapat secara cepat memberikan beberapa efek yang bisa membuat desain kita semakin ciamik. Dari beberapa sumber (terutama di www.Kaskus.us), saya coba berikan Link Download Plugin Photoshop yang bisa digunakan oleh Photoshop. Selamat Mencoba

Photoshop Brush Light StormIII



Link DOWNLOAD: http://rapidshare.com/files/117293372/Light_Storm_III_by_Chrissy79.rar




Link DOWNLOAD: http://rapidshare.com/files/117430137/triberadio-filmedges.zip

Tunnel Brushes


Link DOWNLOAD: http://rapidshare.com/files/117759585/TunnelBrushes.rar

Konsep Dasar Animasi

1 comments
Dalam multimedia, animasi merupakan penggunaan komputer untuk menciptakan gerak pada layar, dalam sebuah pembuatan Motion Graphic Designer digunakan beberapa animasi sebagai berikut :

Animasi Frame ( Frame Animation )Animasi frame adalah bentuk yang paling sederhana. Diumpamakan memiliki sebuah buku yang mempunyai gambar berseri di tepi halaman berurutan. Bila jempol membuka buku dengan cepat, maka gambar kelihatan bergerak. Pada komputer multimedia, animasi buku tersebut menampilkan sebuah gambar yang berurutan secara cepat. Antara gambar satu ( frame satu ) dengan gambar yang lain (frame lain) berbeda.

Animasi Sprite (Sprite Animation)Animasi sprite serupa dengan teknik animasi tradisional, yaitu objek yang diletakkan dan dianimasikan pada bagian puncak grafis dengan latar belakang diam. Sprite adalah setiap bagian dari animasi yang bergerak secara mandiri, misalnya burung terbang, planet berotasi, bola memantul-mantul atau logo berputar. Sprite beranimasi dan bergerak sebagai objek yang mandiri. Dalam animasi sprite, sebuah gambar tunggal atau berurutan dapat ditempelkan dalam sprite. Sprite dapat dianimasikan dalam satu tempat.

Animasi lintasanAnimasi lintasan adalah animasi dari objek yang bergerak sepanjang garis kurva yang kita tentukan sebagai suatu lintasan. Animasi SplineSpline adalah representasi matematis dari kurva. Bila objek bergerak, biasanya tidak mengikuti garis lurus, misalnya berbentuk kurva. Program animasi komputer memungkinkan kita untuk membuat animasi spline dengan lintasan gerakan berbentuk kurva.

Computational AnimationComputational animation merupakan animasi pergerakan objek dengan memvariasikan titik koordinat x dan y-nya, koordinat x merupakan posisi horizontal objek, yaitu berapa jauh kiri-kanan layar. Koordinat y merupakan posisi vertikal, yakni berapa jauh atas-bawah layar.



After Effects

0 comments
Perkembangan perangkat lunak saat ini meningkat dengan pesat, hingga ke berbagai bidang dalam kehidupan masyarakat. Pada mulanya perangkat lunak yang digunakan masyarakat hanya sebagai alat bantu mengetik, namun sekarang perangkat lunak yang ada sudah bisa digunakan untuk membuat animasi 2 dimensi ataupun 3 dimensi, film, Efek Visual, Motion Graphic dan lain-lain. Namun perkembangan perangkat lunak tersebut juga pada akhirnya membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti dan menggunakan perangkat lunak tersebut yang sangat pesat perkembangannya. Dalam hal ini perkembangan perangkat lunak untuk pembuatan efek visual ataupun animasi 2 dimensi semakin beragam diantaranya yang paling dikenal di masyarakat seperti Adobe After Effects, Discreet Combution, Apple Shake, Eyeon Digital Fusion, Artel Boris Red, Artel Boris Fx, dan lain-lain. Perangkat lunak untuk pembuatan efek visual tersebut sekarang ini sudah digunakan di berbagai macam sistem operasi, sehingga user bisa memilih versi perangkat lunak tersebut baik untuk sistem operasi Windows, dan juga Macintosh yang dulu dikenal sebagai sistem operasi yang handal untuk mengerjakan Grafis. Perangkat lunak efek visual ini tidak hanya digunakan pada sebuah iklan, sinetron, video musik dan lain-lain yang ada pada layar televisi, namun film-film laga atau pun film layar lebar banyak menggunakan teknik spesial efek khususnya efek visual, seperti contohnya pada film layar lebar The Lord Of The Rings buatan New Line Cinema, memanfaatkan efek visual pada langit, cahaya pada cincin, animasi teks pada intro dan lain-lain, prosesnya begitu halus sehingga seringkali kita melihatnya seperti sungguhan, bukan sekedar tipuan mata.Meskipun perangkat lunak efek visual tersebut mahal harganya dan juga membutuhkan spesifikasi perangkat keras yang lumayan tinggi, namun perangkat lunak efek visual tersebut sangat menarik dan juga bisa dijadikan nilai jual yang tinggi. Yang paling menarik dari perangkat lunak efek visual ialah bagaimana cara kita merancang, menggerakan dan memberikan efek visual sehingga terlihat menarik, dan terlihat menakjubkan.


Tips Menulis Terbaru

0 comments




Saya hidup dilingkungan publishing sejak 1996. Diawali menjadi illustrator sampai akhirnya dipercaya untuk membuat desain layout isi dan cover telah aku lalui sampai hari ini. Banyak penulis dan editor yang saya tahu, dari mulai penulis buku pelajaran, buku umum, bahkan penulis artikel di media cetak umum. Sebut saja diantara mereka ada Wawan Gunawan yang cukup piawai dalam memamah kata-kata bombastik. Saya sering memuji tulisan-tulisan beliau sebagai tulisan yang energik dan cenderung kontroversial. Beliau pernah membuat buku tips & trik menulis artikel. Dalam buku tersebut dipaparkan tentang rahasia menulis artikel untuk pemula. Ya... untuk para pemula atau saya panggil dengan istilah "kaskuser" yaitu Newbie.

Saya tidak akan mengulas buku tips dan trik di sini, tapi yang akan saya bahas adalah beberapa kesalahan yang Newbie lakukan ketika mulai "ingin" menulis. Kesalahan ini saya buka hanya dalam batas analisa saya saja, karena jujur, saya juga termasuk Newbie. Saya tidak terlalu berharap tulisan ini menjadi rujukan, karena saya masih meraba. Hanya yang membedakan dengan Newbie yang lain (mungkin juga termasuk anda), adalah saya berani melakukannya. Ya... lakukan saja!

To the point
Kesalahan yang pertama adalah, ketika penulis newbie terjebak dalam banyaknya gagasan. Jebakan gagasan yang terlalu banyak menyebabkan kita sulit untuk memberikan prioritas, mana yang harus saya dahulukan untuk ditulis. Saya punya teman bernama Teguh. Suatu hari, dia menunjukkan pada saya 100 lebih judul buku yang "akan" ia terbitkan dan dia sendiri yang akan menulisnya. Aku pikir, hebat sekali orang ini, tak terbayangkan bagaimana caranya jika ia sendiri belum menuliskan satu judul pun dari seratus lebih judul tulisan itu? Ya... saya pikir, dia terjebak dalam lautan gagasan yang memang tidak akan pernah habis. Saya berharap, Teguh dapat menyelesaikan satu saja dari sekian ratus judul tersebut.

Kesalahan yang kedua adalah, ketika penulis newbie terjebak dalam keinginan untuk menjadi sempurna. Sebenarnya kondisi ini dapat dikatakan wajar, karena seorang pendatang baru tidak ingin tulisannya banyak "dibantai" atau dikritik habis oleh para pembaca. Padahal, menurut saya, seharusnya dia bersyukur ada yang membaca tulisannya. Penulis yang sukses tidak hanya karena tulisannya berbobot, tetapi lebih dari itu, banyak orang yang membaca tulisannya. Minimal, tulisannya tidak dikategorikan sebagai "Dear Diary". Kesempurnaan dapat diraih ketika kita sudah terbiasa dengan kehidupan di belantara huruf, kata, dan kalimat dalam hutan Alenia di pulau "Bab". Yah, jika kesempurnaan ingin anda dapatkan, sebaiknya telusuri belukar itu. Ah, saya juga tidak terlalu ingin terjebak untuk memberikan gagasan.

Kesalahan yang ketiga adalah, ketika penulis newbie sukar mengidentifikasikan gagasannya untuk sebuah masalah dan tidak dapat menemukan ujung dari bahasannya. Padahal, pembaca sangat ingin mendapatkan kedua hal tersebut dalam sebuah tulisan. Benar... yang pertama adalah Gagasan apa yang terkandung dalam tulisan itu, dan bagaimana kesimpulan dari tulisan tersebut. Habis.

Jika saja kesalahan ini dapat diantisipasi (tentunya dengan banyak belajar), saya yakin teramat banyak tulisan yang akan anda tuangkan dimana saja dan kapan saja... cobalah!

saya sendiri sedang dalam perawatan



MENULIS ITU SEHAT!
Oleh: Abu Ghifar

Keinginan saya saat ini untuk menulis didorong oleh sebuah keinginan memberikan “sesuatu” pada orang lain setelah lama absen di dunia “beri memberi”. Sangat kebetulan, media yang digunakan adalah sebuah layanan Blog dalam internet yang belum genap satu bulan penulis bangun. Karena di dalam Blog tersebut kita disarankan untuk memberikan berbagai informasi pada pengunjung, maka dengan sangat terpaksa dibuatlah tulisan-tulisan ini. Ya, saya menulis karena kebetulan dan terpaksa.


Namun, secara teori, saya telah mendapatkan banyak pengetahuan tentang bagaimana membuat sebuah tulisan. Di bangku kuliah—dimana penulis pernah mengecap pendidikan komunikasi di salah satu perguruan tinggi di Bandung—pernah juga diberikan beberapa panduan singkat membuat sebuah tulisan. Kemudian, dalam keseharian, saya punya kebiasaan membaca yang sangat kuat. Bahkan ke toilet pun saya selalu membawa koran, majalah, atau apa saja yang bisa dibaca. Ya, satu kebiasaan bagus yang saya yakini dapat memberikan manfaat lebih. Asyik juga kan, sambil "mengeluarkan", kita dapat "masukan", hi... hi... hi....

Dari pengalaman pribadi sejak 1996 sampai sekarang, saya berdekatan dengan dunia penerbitan, dapat saya simpulkan bahwa kegiatan menulis memiliki dampak yang luarbiasa bagi pelaksananya. Di awal tulisan ini, ingin sekali saya segera mengungkapkan bahwa menulis itu SEHAT! Kesimpulan ini didapatkan karena saya sampai sekarang belum menghasilkan satu karya tulisanpun. Tetapi, karena saya berdekatan dengan para penulis, maka pengalaman mereka lah yang mengatakannya.

Di penerbit Mizan, saya bertemu dengan orang luar biasa bernama mas Hernowo. Telah banyak tulisan beliau yang diterbitkan oleh Mizan. Beliau pernah dalam sebuah diskusi mengatakan “Menulis itu Sehat!” Saya sungguh tidak tertarik saat itu. Yang saya tahu, Sehat itu adalah dimana kondisi tubuh kita mendapatkan keseimbangan dalam asupan makanan, minuman, suplemen, dan mungkin vitamin. Lawan dari kata “Sehat” adalah “Sakit”. Saya sampai detik ini, belum melihat orang menjadi sakit lantaran tidak pernah menulis. Ah... dengan dasar pemikiran apa akhirnya mas Hernowo mengatakan itu? Saya hanya melihat, mas Hernowo itu jika bicara menarik untuk didengarkan. Selalu saja ada bahasan “lain daripada yang lain” keluar dari beliau.

Di kantor, saya punya seorang teman bernama kang Dedi. Beliau lulusan fakultas komunikasi salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Saat ini, beliau dipercaya untuk mengelola sebuah bidang penerbitan khusus untuk biografi. Dari beliau saya banyak mendapatkan informasi tentang dunia tulis menulis. Tapi, sekali lagi saya tidak melihat beliau menjadi Sehat karena pekerjaannya itu. Hanya saja, yang saya dapat rasakan, dengan beliau pembicaraan tidak pernah berujung. Banyak sekali bahasan-bahasan menarik dapat didiskusikan melalui berbagai obrolan santai.

Ada lagi, saya sering memanggilnya Kakang Prabu. Nama beliau adalah Gunawan Undang. Seorang doktor jebolan Unpad yang saya sudah anggap sebagai kakak sendiri. Beliau termasuk penulis buku. Banyak juga buku yang telah beliau tulis. Terutama memang buku pelajaran sekolah dan bacaan anak. Saya sangat terkesan juga dengan banyaknya artikel yang beliau tulis dapat diterbitkan oleh beberapa surat kabar terkenal Indonesia. Yang melatarbelakangi beliau menulis karena ingin memberikan beberapa argumentasi dan analisis teoritis tentang berbagai masalah sosial di Indonesia. Beliau adalah Doktor dalam bidang sosiologi hukum.

Sewaktu masa sekolah menengah, saya punya kenalan seorang budayawan Indonesia angkatan 66 bernama Rustandi Kartakusumah. Pada zamannya, beliau merupakan salah satu aktivis penulis Indonesia yang konsisten. Karya-karya beliau banyak yang telah diterbitkan. Mulai dari karangan prosa, novel, ataupun tulisan ilmiah. Di rumahnya, kebetulan dekat dengan sekolah, buku menghiasi hampir ¾ isi rumah. Bertebaran dari sudut ke sudut yang lain. Koran-koran berserakan di meja dan di lantai rumah. Pak Rustandi mengatakan bahwa buku adalah istrinya. Ia sangat menyayangi buku melebihi cinta beliau pada dirinya sendiri yang konsisten untuk terus membujang. Saat ini, saya tidak tahu dimana beliau berada.

Akhirnya, saya dapat mengatakan bahwa menulis itu menyehatkan Jiwa kita sebagai manusia. Coba renungkan! Tubuh kita secara fisik memerlukan asupan makanan, minuman, suplemen, bahkan juga vitamin. Setiap hari dan setiap saat. Kita tidak boleh terlambat untuk melakukannya. Karenanya, tubuh menjadi sehat. Tetapi, seringkali kita lupa bahwa element yang ada dalam makhluk yang bernama manusia itu ada dua, yang pertama itu adalah fisik, dan yang satunya adalah Jiwa. Seperti halnya Fisik, jiwa pun memerlukan makan. Nah, makanan untuk jiwa adalah nasihat, pengetahuan, dan kesenangan. Media untuk mendapatkan makanan tersebut diantaranya ada dalam aktivitas berbicara, mendengarkan, menonton, membaca, atau kegiatan yang sedang kita bahas, yaitu menulis.

Menulis, dijadikan sebagai pengganti dari kegiatan berbicara. Sedangkan Membaca dan Menonton merupakan cara lain ketika kita mendengarkan. Semuanya harus kita lakukan, karena jika saja kita tidak melakukan kegiatan tersebut, maka jiwa kita menjadi sakit. Ya.... sakit jiwa!